DESKRIPSI BETON
Dalam teknik sipil, struktur beton digunakan untuk bangunan pondasi, kolom, balok, pelat atau pelat cangkang. Dalam teknik sipil hidro, beton digunakan untuk bangunan air seperti bendung, bendungan, saluran, dan drainase perkotaan. Beton juga digunakan dalam teknik sipil transportasi untuk pekerjaan rigid pavement (lapis keras permukaan yang kaku), saluran samping, gorong-gorong, dan lainnya. Jadi, beton digunakan dalam semua aspek ilmu teknik sipil. Artinya, semua struktur dalam teknik sipil akan menggunakan beton, minimal dalam pekerjaan pondasi.
Struktur beton dapat didefinisikan sebagai bangunan beton yang terletak di atas permukaan tanah yang menggunakan tulangan atau tidak menggunakan tulangan.
Lalu bagaimana dengan beton itu sendiri ? Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement), agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambah (admixture/additive). Dan yang harus diketahui bahwa nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Dengan kata lain beton memiliki daya tekan yang sangat kuat, namun lemah terhadap daya tarik.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON
Dalam keadaan mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan yang tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bentuk yang bermacam-macam, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur maupun tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil yang bagus jika pengolahan akhir dilakukan dengan cara khusus.
Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah :
Kelebihan :
a. Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi
b. Mampu memikul beban yang berat
c. Tahan terhadap temperatur yang tinggi
d. Biaya pemiliharaan yang kecil
Kekurangan :
a. Bentuk yang telah dibuat sulit untuk diubah
b. Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi
c. Berat
d. Daya pantul suara yang besar
e. Lemah terhadap daya tarik
KINERJA BETON
Selain karena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh penggunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain itu, kekuatan tekan yang tinggi dan kemudahan pengerjaan, kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya juga merupakan hal yang perlu dipertimbangkan.
Sifat-sifat dan karakteristik material penyusun beton akan mempengaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini harus disesuaikan dengan kategori bangunan yang akan dibuat. ASTM membagi bangunan menjadi tiga kategori yaitu : rumah tinggal, perumahan, dan struktur yang menggunakan beton mutu tinggi.
Menurut SNI T.15-1990-03 untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 MPa seperti rumah tinggal boleh menggunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm. Sedangkan untuk pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 MPa boleh menggunakan penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan tekan lebih besar dari 20 MPa harus menggunakan campuran berat.
Tiga kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton adalah :
1. Memenuhi kriteria konstruksi yaitu dapat dengan mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomis
2. Kekuatan tekan
3. Durabilitas atau keawetan
(Sumber Catatan : Buku "Teknologi Beton" karangan Ir. Tri Mulyono, MT. Penerbit Andi)
No comments:
Post a Comment