Kayu merupakan bahan yang berasal dari pohon yang ditebang, kemudian dipotong dan digergaji sesuai panjang dan ukuran yang dibutuhkan. Ada dua jenis kayu, yaitu kayu bergelang tahun yang susunannya atau lapisannya terdiri dari kulit kayu, kayu luar(lunak), kayu dalam(keras), dan hati. Dan kayu berserat (glugu) yang lapisannya terdiri dari kulit kayu, kayu luar yang keras dan penuh serat, dan kayu dalam yang lunak. Selain memiliki jenis, kayu juga memiliki berbagaimacam sifat. Di antaranya adalah sifat fisik, sifat kimia, dan sifat mekanik.
Sifat Fisik
- kayunya kembang susut
- higrokopus, yaitu dapat menyerap air dan dapat menyimpannya dalam waktu dekat
- dapat terbakar dan menjalarkan api
- mempunyai sifat-sifat motif permukaan yang khas dan alami
- merupakan peredam yang baik
- mempunyai aroma yang khas
Sifat Mekanik
- kekuatan arah serat besar
- kualitas/kekuatan/keawetan kayu tergantung dari usia, jenis, dan tempat di mana pohon itu tumbuh
Sifat Kimia Kayu
- unsur karbohidrat yang terdiri dari selulosa dan hemiselulosa
- unsur non karbohidrat (lignin)
- usur yang diendapkan selama proses pertumbuhan pohonnya (zat ekstraktif)
Faktor Perusak Kayu
Dari pohonnya sendiri
- cacat pada permukaan
- mata kayu tersebut
Faktor biologis
- Serangga : kumbang, kleret tahun, cacing dan rayap
- Mikrobio : jamur dan bakteri
- Binatantg air : kerang, kepiting, cacing laut
- Manusia
Faktor non biologis
- Mekanik : pembebanan, pukulan, gesekan, benturan
- Api : kebakaran
- Alam : cuaca (panas dan hujan dapat menyebabkan pelapukan)
Pengawetan Kayu
1. Pengawetan tradisional
Yaitu dengan cara mengeluarkan unsur karbohidratdari dalam kayu yang bisa dilakukan dengan rendaman (dalam air atau air mengalir). Prosesnya berkisar antara 3 - 6 bulan.
2. Pengawetan buatan
Dengan cara memasukkan racun (obat pengawet) ke dalam kayu, sehingga makanan tercemar dan hewan pemakan kyu tidak suka lagi.
Obat Pengawet
1. Obat pengawet yang larut dengan air
- daya racun rendap
- ti9dak mengotori kayu
- kayu dapat difinishing
- obat dapat larut bila terkena air atau hujan
- penetrasi obat mudah
- cara pengawetan mudah
2. Obat pengawet dengan minyak
- kayu yang akan diawetkan harus kering atau tidak mengandung air di dalamnya
- baunya kurang sedap
- dapat mengotori permukaan kayu
- daya racunnya sedang
- sulit difinishing
- rentokil, dealidrien, pentha chlor phene (PCP)
3. Obat pengawet berupa minyak
- daya racun sangat tinggi
- hanya boleh dilakukan di pabrik yang jauh dari pemukiman penduduk
- hanya untuk konstruksi berat di luar hujan
- creosot, nepthaline
Cara Pengawetan
1. Penyemprotan dengan sprayer dan pemolesan dengan kuas
- obat dioleskan atau disemprot di luar permukaan kayu
- penetrasi kurang
- dapat diulang beberapa kali
2. Pencelupan
- kayu dimasukkan ke dalam bak yang sudah diisi obat pengawet
- butuh beberapa menit bahkan beberapa jam
- obat pengawet dapat digunakan berulang kali
3. Rendaman : umumnya seperti pencelupan, namun wktunya lebih lama.
4. Cara pengawetan khusus
- relatif lebih cepat
- butuh investasi
- di kota-kota besar digunakan untuk produksi pengawetan massal